


ikhLas, bersyukur dan bersabar. 23/11/2009
thankful
Terkadang kita sebagai manusia sulit sekali menerima apa yang telah diberi Tuhan kepada kita. Baik itu berupa cobaan hingga sebuah kebahagiaan sekalipun. Manusia tidak akan merasa puas dan selalu menuntut kebahagiaan yang lebih. Tetapi apakah sebenarnya definisi kebahagiaan itu sendiri? Apa sebenarnya yang Tuhan rencanakan untuk kita? Dan siapakah diri kita ini di dalam kehidupan?
Saya pun sebagai manusia seringkali merasakannya. Terutama dalam menghadapi cobaan yang diberikan Tuhan. Sulit sekali menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita. Mengharapkan hal lain terjadi pada diri kita dengan anggapan itulah yang terbaik dan yang kita butuhkan. Dan pada saat kita menerima apa yang tidak kita inginkan, kita pun kecewa, bersedih dan menyesal. Namun mengapa pada saat menerima cobaan, kita selalu memfokuskan diri kita pada apa yang kita rasakan daripada apa yang seharusnya kita lakukan? Kebanyakan dari kita hanya bisa berhenti pada titik breaking and healing dan tidak melanjutkannya kepada titik ikhlas dan bersyukur. Cobaan merupakan keajaiban yang datang dari Tuhan. Saya menyebutnya keajaiban disini karena kita tidak tahu hidayah apa yang akan dilimpahi Tuhan kepada kita dan mukjizat apa yang tersembunyi dibaliknya.
Saat kita menerima cobaan yang ringan sekalipun, kita merasakan kesedihan. Kesedihan identik dengan tidak bahagia. Namun apakah kebahagiaan itu hanya dapat dilihat dari satu sisi? Saat kita merasa sedih karena suatu hal, mengapa kita tidak mencoba untuk memfokuskan diri kita pada perasaan ikhlas dan bersyukur? Ikhlas dan bersyukur pada apa yang kita sedihkan saat itu. Ikhlas dan bersyukur pada kebahagiaan lain yang telah kita miliki. Karena sesungguhnya kebahagiaan yang telah diberikan Tuhan kepada kita tidak akan dapat kita hitung jumlahnya.
Sebenarnya, apa sih kebahagiaan itu? Apa yang menjadi tolak ukur suatu kebahagiaan? Apakah saat kita merasakan kesenangan berarti kita bahagia? Dan apakah saat kita bersedih berarti kita tidak bahagia? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membuat kita kembali mengingat siapa diri kita sebenarnya. Kita hanyalah seorang hamba Tuhan, dan kita tidak memiliki kuasa untuk memaksakan mana yang terbaik dan mana yang terburuk untuk kita. Kita tidak memiliki kuasa untuk memaksakan mana yang terbaik untuknya dan yang terburuk untuknya. Kebahagiaan adalah kekuasaan Tuhan. Dia yang lebih mengetahui kebahagiaan hamba-Nya. Dialah yang memiliki kuasa untuk memberikan kita kebahagiaan melalui jalan yang berbeda-beda. Mungkin saja sebagian dari kita dapat merasakan kesenangan saat ini. Tapi apakah itu benar-benar berarti kebahagiaan apabila kesenangan itu pada akhirnya menjadi kesedihan? Dan mungkin saja sebagian dari kita merasakan kesedihan saat ini, tetapi apakah itu berarti ketidakbahagiaan bila kita merasakan kesenangan lahir dan batin pada titik akhir? Tuhan memberikan kita jalan yang berbeda-beda dalam meraih kebahagiaan. Kita hanyalah hamba-Nya yang tidak memiliki kuasa. Kita hanya
bisa berusaha dan berdoa.
Ikhlas dan syukur. Bersabarlah.
Saya selalu mencoba untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwa apa yang saya inginkan belum tentu yang terbaik. Apa yang saya inginkan belum tentu yang saya butuhkan. Dan saya mencoba untuk tidak serakah. Mungkin saja apa yang saya dapatkan sekarang ini adalah yang terbaik. Atau mungkin saja yang saya dapatkan sekarang ini bukan atau belum menjadi yang terbaik. Seandainya hal itu yang terjadi, tidak ada salahnya jika kita mencoba untuk bersyukur dan ikhlas menerimanya. Masih banyak kemungkinan-kemungkinan dari Tuhan yang tidak akan dapat terprediksi oleh kita. Semua itu adalah kuasa Tuhan. Kita sebagai hamba-Nya hanya bisa berusaha dan berdoa.
Ikhlas dan syukur. Bersabarlah.
Tidak ada salahnya kita mencoba memulai mengisi hari-hari kita dengan bersyukur mulai dari hal kecil, hingga hal yang besar. Tidak ada salahnya kita mencoba memulai menghadapi semua cobaan
dengan rasa syukur.
Ikhlas dan Syukur. Kunci yang utama. Jalankan keduanya dengan sabar. Bila kita dapat menerapkan kedua kunci ini dalam kehidupan sehari-hari, saya yakin kita akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan yang luar biasa di dalam jiwa kita. Dan saya pun yakin, Tuhan akan memberikan kita keajaiban dan mukjizat yang luar biasa pula dari cobaan yang telah kita terima.


0 komentar:
Posting Komentar